Darurat Zona Merah Covid-19, Tiga Kota Besar di Jatim Sepakat Terapkan PSBB

Media Analis Indonesia, Surabaya – Beberapa kota di Indonesia kini telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai potensi penyebaran virus corona (COVID-19). DKI Jakarta menjadi wilayah pertama yang menerapkan sistem ini lantaran statusnya sebagai episenter COVID-19 di Indonesia.

Kasus sebaran Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 di Jawa Timur mengkhawatirkan. Khususnya di wilayah Surabaya Raya, yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik yang menjadikan ketiga daerah tersebut menjadi episentrum (pusat) sebaran kasus COVID-19 di Jatim.

Read More

Melihat data yang ada, Gubernur Khofifah menilai ketiganya latak mengajukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) akibat COVID-19 ini. Namun ketiga daerah itu tak kunjung mengajukan hal tersebut kepada Menteri Kesehatan (Menkes) melalui dirinya.

Terlebih, hal itu juga didasarkan adanya penilaian hasil kajian Epidemiologi FKM Unair, total nilai untuk Kota Surabaya mencapai nilai 10, atau tertinggi dari skala evaluasi untuk bisa diputuskan PSBB.

Gubernur Khofifah juga telah menerima masukan dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) untuk mengkaji kelayakan penerapan PSBB di Surabaya Raya.

“Menyikapi perkembangan tersebut maka Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur akan memanggil ketiga kepala daerah tersebut bersama forkopimda pada hari Minggu, 19 April pukul 14.00 di Grahadi untuk menentukan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) tentang PSBB,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (18/04/2020) malam.

Dilanjutkan Khofifah, dalam pertemuan dengan PERSI di Grahadi pada Sabtu (17/04/2020) siang, beberapa hal juga menjadi catatan. Di antaranya adalah doubling time telah terjadi 4 kali, serta telah terjadi transmisi level 2 (propagated spread) dan transmisi lokal maupun lintas wilayah di Surabaya Raya.

Hal lainnya, masih menurut orang nomor satu di Jatim ini, melihat data penyebarab COVID-19 di Surabaya hingga 17 April 2020, kasus positif COVID-19 juga telah menjangkiti di seluruh kecamatan dari 31 kecamatan di kota Surabaya.

Total kasus COVID-19 per Sabtu (18/04/2020) di Surabaya tercatat yang terkonfirmasi positif sebanyak 270 orang, PDP sebanyak 703 orang dan ODP sebanyak 1.806 orang.

Dalam pertemuan yang diadakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara tertutup di Gedung Negara Grahadi Surabaya , Minggu (19/4) sore dihadiri oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin dan Serta Plt Sekda Gresik Nadlif. Hasil dari Pertemuan itu berjalan sangat produktif dan menghasilkan diskusi yang sangat konstruktif.

Khofifah mengatakan, dalam pertemuan itu, Risma juga telah membeberkan secara detail penelusuran titik-titik dan pola sebaran virus corona (covid-19) Surabaya. Begitu juga Pemkab Gresik dan Pemkab Sidoarjo.

“Tracing yang sudah dilakukan sangat detail oleh Pemkot Surabaya, dan seterusnya, tapi kita melihat bahwa penyebaran dari covid-19 baik di Surabaya, di Sidoarjo dan di Gresik ini, menjadi perhatian kami semua,” katanya.

Maka itu, Khofifah mengaku akan segera mengajukan permohonan PSBB tiga daerah tersebut ke Kementerian Kesehatan. Namun demikian ia akan terlebih dahulu mematangkan Peraturan Gubernur (Pergub) soal teknis PSBB. Tak lupa dia juga meminta Peraturan Wali Kota (Perwali) dan Peraturan Bupati (Perbup) dari tiga daerah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo yang akan menerapkan PSBB ini.

“Ini akan menjadi satu kesatuan kesepakatan kita untuk menyiapkan Surabaya, Sidoarjo dan Gresik masuk PSBB. Ini akan kami teruskan ke Kemenkes dan kita siapkan Pergub, Perwali dan Perbup yang areanya akan masuk menjadi PSBB,” ujarnya.

(Vian)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *