Ratusan Pekerja Terpapar Covid-19, Pabrik Rokok Sampoerna Hentikan Produksi

Media Analis Indonesia, Surabaya-Penyebaran pandemic Virus Corona atau Covid 19 yang semakin merajalela, benar benar membawa kabar buruk bagi para perokok. Pasalnya, dua karyawan PT.HM Sampoerna Tbk di Rungkut, Surabaya meninggal dunia dengan status positif Virus Corona (Covid-19). Akibatnya, hampir 500 karyawan di pabrik rokok itu diduga terpapar dan akan dilakukan rapid test hingga swab.

Imbasnya, PT. HM Sampoerna memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan produksi di salah satu pabrik rokok mereka di Rungkut, Surabaya.

Read More

Menurut Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi mengungkapkan, ada klaster baru penularan virus corona di Surabaya. Dari ratusan karyawan tersebut, sebanyak 100 orang karyawan sudah diisolasi di sebuah hotel yang dirahasiakan di Surabaya.

Mereka telah menjalani rapid test dan hasilnya positif. Mereka sedang menunggu hasil tes swab yang dilakukan di RSU dr Soetomo.

“Sekarang sudah berada di suatu hotel, tidak usah saya sebutkan namanya. Nanti kamu takut ke hotelnya, kalau saya sebutkan. Yang sekarang di hotel ada 63 orang, terus tambah lagi jadi 100 orang yang di hotel. Itu dengan rapid test positif. Maaf, yang positif 63 orang. Sisanya belum ada info kabar hasilnya. Besok akan kami lakukan tes swab PCR di RSU dr Soetomo,” ujar dr. Joni kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (30/4/2020).

Dokter Joni yang juga Direktur Utama RSU dr Soetomo Surabaya menjelaskan, bahwa ada sebanyak 323 orang karyawan PT HM Sampoerna Rungkut yang tidak bergejala dan telah dilakukan rapid test.

“Tadi sore dilaporkan ke saya ada 63 orang yang positif rapid test. Sementara rapid test yang lain masih berlanjut. Tapi, malam ini dilaporkan lagi kira-kira besok (Kamis hari ini) yang akan di-PCR ada seratusan orang. Yang meninggal dua orang, statusnya positif sejak 14 April meninggal. Ini Sampoerna yang Rungkut. Kami kemarin sudah diskusi dengan bu Gubernur bersama manajemen Sampoerna untuk menyelesaikan masalah ini,” paparnya.

Sementara itu, Melalui keterangan tertulisnya, Direktur PT HM Sampoerna Elvira Lianita memberikan penjelasan bahwa institusinya menempatkan keselamatan dan kesehatan karyawan sebagai prioritas utama.

“Sesuai dengan peraturan yang berlaku (PERGUB JATIM No 18/2020 dan PERWALI No 16/2020 tentang PSBB), kami memutuskan untuk melakukan penghentian sementara kegiatan produksi di pabrik Rungkut 2 sejak tanggal 27 April 2020 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian,” demikian keterangan Elvira, Kamis (30/4).

“Penghentian sementara ini bertujuan agar kami dapat melaksanakan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh di area pabrik Rungkut 2 guna menghentikan tingkat penyebaran virus COVID-19 yang saat ini telah berdampak pada beberapa karyawan kami di lokasi tersebut.” lanjut Elvira.

Elvira juga mengatakan telah menyerahkan data dan informasi terkait karyawannya kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya dan Jawa Timur.

“Dengan memegang prinsip perlindungan data pribadi atas karyawan kami yang terdampak, maka kami tidak memberikan data dan informasi kepada pihak lain selain pihak yang berwenang,” ujar dia.

Elvira juga mengatakan sesuai arahan dan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dia telah menerapkan protokol yang dianjurkan. Antara lain penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas pabrik, melakukan contact tracing, meminta karyawan untuk karantina mandiri, melakukan test COVID-19, dan bekerjasama dengan rumah sakit setempat.

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan dan kesehatan para karyawan kami dengan menerapkan protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah, serta terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan Gugus Tugas di tingkat Kota dan Provinsi untuk mencegah penyebaran,” ujar Elvira.

(Vian)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *