DPMD Labuhanbatu Gelar Rapat Koordinasi dengan Akademisi dan Praktisi

Media Analis Indonesia, Labuhanbatu – Sejak didirikan pada 2016 lalu, Badan Usaha Milik Desa (BUMD) terlihat belum mampu menghasilkan Pendapatan Asli Desa. Sehingga dirasa perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk pengembangan usaha.

Maka dari itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Labuhanbatu menggelar Rapat Koordinasi dengan para Akademisi dan Praktisi, yang diadakan di Aula DPMD, Rabu (6/5/2020).

Read More

Rapat tersebut dihadiri oleh Tiga Dekan Fakultas Ekonomi dari Universitas Labuhanbatu (ULB), Universitas Islam Labuhanbatu (UNISLA) dan Universitas Alwasliyah (UNIVA) Labuhanbatu.

Rapat tersebut juga dihadiri oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Labuhanbatu dan Ketua Asosiasi Home Industri Indonesia (AHINDO).

Kepala DPMD Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan mengatakan bahwa rapat ini dirangkai dalam forum diskusi. Setiap peserta rapat diminta ide dan gagasannya terkait evaluasi pada BUMD.

“Kami sengaja mengundang Akademisi dan Praktisi Ekonomi dalam rangka percepatan evaluasi guna menyehatkan BUMD kita,” ujar Abdi.

Abdi Jaya Pohan juga menjelaskan bahwa pendirian BUMD merupakan salah satu Program Prioritas yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Desa. Tujuannya adalah untuk mengurangi pengangguran di Desa, meningkatkan ekonomi Desa dan menghasilkan Pendapatan Asli Desa yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa itu sendiri.

“Peraturan Menteri Desa Nomor 4 Tahun 2015 adalah regulasi yang mengatur tentang pendirian, pengelolaan hingga pembubaran BUMD di Indonesia. Itulah pentingnya evaluasi terhadap BUMD, agar apa yang kita lakukan hari ini dapat menjadikan BUMD lebih baik untuk ke depannya,” ujar Abdi Jaya Pohan.

(Zu)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *