Berburu Bandeng di Rawa Belong, Jadi Tradisi Masyarakat Betawi Jelang Imlek

  • Whatsapp

Media Analis Indonesia, Jakarta – Sudah tradisi bagi masyarakat Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek tiap tahunnya dengan beragam kebiasaan. Ada beberapa hal yang identik dengan perayaan Imlek tersebut antara lain tradisi bagi bagi angpao, atraksi barongsai, lampion, kue keranjang dan makanan khas lainnya.

Seperti biasa keluarga akan berkumpul dan mengadakan perjamuan makan malam. Saat makan malam tersebut, disajikan beragam masakan khas Imlek.

Read More

Salah satu makanan yang wajib ada saat Imlek adalah ikan bandeng. Menurut masyarakat Tionghoa, makan bandeng adalah kebudayaan orang Indonesia. bandeng juga dipercaya sebagai lambang usaha yang lancar dan keberuntungan.

Dan seperti biasanya setiap menjelang Imlek, sepanjang jalan Rawa Belong jadi pasar ikan dadakan. Ikan yang mereka jual pun memang hanya ikan bandeng. “Ini memang tiap tahun, hanya pas menjelang Imlek. Biasanya, kami di sini dagang bandeng lima hari aja,” ujar Rahmat, salah seorang pedagang ikan bandeng di Rawa Belong.

Menurutnya, tradisi jualan bandeng di Rawa Belong adalah sebuah tradisi yang sudah turun temurun.

“Termasuk saya,jualan disini karena dulunya ikut orang tua jualan bandeng disini,” ungkap Rahmat,saat ditemui Media Analis Indonesia, Selasa (9/2/2021).

Ikan – ikan tersebut di datangkan dari berbagai wilayah seperti,Cilincing,Muara baru, Bekasi, Muara Gembong bahkan Semarang.

Jenis ukuran bandeng imlek memang berbeda dari bandeng biasanya, mulai dari panjang 25 sentimeter hingga bandeng jumbo yang panjangnya selengan manusia dengan berat mencapai 12 Kg.Hargannya pun cukup lumayan, dijualnya per kilo 70 sampai 75 ribu.

Rupanya, yang membeli bandeng jelang Imlek tak selalu warga keturunan Tionghoa, tetapi juga orang Betawi yang juga punya tradisi mengirim bandeng ke rumah mertua. Kaum laki-laki Betawi berlomba-lomba mengantarkan ikan bandeng ke rumah mertuanya. Tak jarang, momen ini juga jadi persaingan dengan saudara ipar yang lain untuk mendapat simpati dari sang mertua.

Pada masyarakat Betawi,biasanya ikan bandeng tersebut di masak atau diolah menjadi pindang bandeng,yakni olahan dengan kuah kecap ditambah bumbu rempah tak lupa ditambahkan petai.

Tapi ada juga yang suka untuk di goreng atau di pesmol,tergantung seleranya.(hel)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *