Laksa Betawi Asirot, Kuliner Langka yang Bikin Ketagihan

  • Whatsapp

Media Analis Indonesia, Jakarta – Assirot adalah nama sebuah Jalan di kawasan Jakarta Barat, yang berbatasan langsung dengan Jakarta Selatan, tepatnya Jalan Raya Kebayoran Lama.

Di wilayah ini ada sebuah warung atau kedai yang bentuknya mirip seperti rumah tinggal dengan corak berwarna hijau.

Read More

Kedai atau warung ini menjual makanan khas Betawi yang sudah sangat langka, yakni Ketupat Laksa sejak tahun 1974.

Laksa Betawi Asirot berbeda dengan laksa Tangerang dan laksa Bogor yang menggunakan oncom sebagai campurannya.

Pembeda lainnya yakni, isi laksa Betawi tak seramai laksa Tangerang dan laksa Bogor.

Selain ketupat, hanya ada daun kucai, kecambah, daun kemangi, dan bawang goreng saja .

Di tempat yang sederhana di Jalan Assirot Nomor 1 RT 01 RW 003 Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, laksa Betawi itu diolah dengan bumbu-bumbu warisan keluarga Hajah Muroni.

Kekuatan cita rasa dari laksa Betawi racikan Hajah Muroni ada di kuahnya yang kaya akan rempah – rempah.

Ahmad, cucu Hajah Muroni yang kini mengelola kedai, mengatakan, kuah laksanya terbuat dari segala jenis bumbu, mulai kunyit, lengkuas, sereh, daun salam, daun jeruk, kencur, jahe, temu kunci, jintan, lada, biji pala, kemiri, ketumbar, “dan tak ketinggalan ebi atau udang kering yang menjadi pembeda,” terang Ahmad kepada Media Analis Indonesia, Kamis (4/2/2021).

Bumbu-bumbu ini ada yang melewati proses penggilingan, juga penumbukan. Setelah halus, semua bumbu tadi ditumis kemudian dicampur dengan santan.
Tak heran, citarasa gurih dan sedap pun langsung pecah, begitu kuah kental laksa Betawi berwarna kuning racikan kedai ini menyentuh di lidah kita.

“Rasa laksa Betawi di kedai ini memang beda. Kuahnya terasa banget bumbunya,” ujar Pasya, pelanggan lama laksa Betawi Assirot yang kini tinggal di BSD Serpong.

“Dalam minggu ini saya sudah dua hari kemari,” lanjutnya.

Selain itu Ahmad menambahkan, “untuk ketupat, kita buat sendiri dengan melewati proses perebusan selama 12 jam.”

Hasilnya, rasa ketupatnya lezat dan empuk. Dengan merebus selama setengah hari, ketupat juga jadi lebih awet.

“Sampai tiga hari ketupat saya tidak basi,” kata Ahmad.

Tentu tak lengkap rasanya menyantap laksa Betawi tanpa pendamping. Menurut Ahmad, laksa Betawinya yang seharga Rp 20.000 seporsi sangat cocok disandingkan dengan semur.

Anda tinggal pilih, ada semur daging dan empal, lalu semur tahu , tempe kentang, semur jengkol, juga semur telur.

Tak sabar ingin segera meluncur ke Laksa Betawi Assirot? Catat, jam bukanya mulai jam 10 pagi sampai jam 21 malam, tapi lebih sering tutup lebih awal karena sudah habis.

Laksa Betawi Asirot tidak berencana buka cabang, meski banyak tawaran.

“Laksa Betawi adalah kuliner langka dan kami ingin yang mengelola keluarga sendiri, turun temurun dari generasi ke generasi,” tutup Ahmad. (*/Hel)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *