Transfer Kredit sebagai Jalan Kampus Merdeka di Era Pandemic

  • Whatsapp
Kusnaeni Indah Dewi, Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal

Media Analis Indonesia, Jakarta – Dalam Era Modernisasi, menuntut manusia untuk memiliki jiwa kompetitif agar tetap bertahan hidup dalam dunia yang cepat berubah ini, begitupun perkembangan yang terjadi pada ranah pendidikan, salah satunya adalah Program Transfer Kredit yang cukup bergengsi untuk meningkatkan citra baik pada sebuah kampus. Bagaimana tidak? hal tersebut dapat menciptakan kualitas keunggulan bersaing dalam dunia pendidikan.

Dari program tersebut kita dapat menempuh studi di Luar Negeri selama satu semester yang akan ditujukan kepada mahasiswa berprestasi. Program yang berkelanjutan ini dapat juga meningkatkan kolaborasi antar-kampus secara Internasional.

Read More

Kita mengetahui bahwa Pandemic COVID-19 telah mengakibatkan semua kegiatan menjadi terhambat, akibat adanya larangan untuk berinteraksi secara langsung tanpa menggunakan protokol kesehatan. Dalam kegiatan pendidikan sekarang ini pun tidak menganjurkan para siswanya untuk hadir dalam melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Hal tersebut dialami juga pada kegiatan Transfer Kredit.

Meski begitu adanya, COVID-19 tidak dijadikan sebuah alasan keberlangsungan Program Transfer kredit di masa yang sedang memprihatinkan ini.

Program Tranfer Kredit menjadi salah satu pembuka Jalan baru bagi Kampus Merdeka pada masa pandemic dimana bukanlah suatu penghalang bagi Kampus Merdeka untuk tetap dapat menginternasional dalam menjaga kepercayaan dan kerjasama dengan kampus luar negeri, melakukan pertukaran pelajar terbaiknya.

Dengan adanya Teknologi, mempermudah manusia untuk melakukan segala aktivitasnya menjadi lebih efesien dan fleksible baik sebelum pandemic maupun setelah adanya pandemic. Pada dunia pendidikan sekarang ini pun telah memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran jarak jauh atau dengan istilah lainya yaitu e-Learning.

Teknologi juga menjadi solusi terbaik bagi para mahasiswa terpilih transfer kredit untuk tetap menjalankan kesempatan emasnya belajar di luar negeri meskipun secara Virtual.

Benefit menjadi mahasiswa Transfer Kredit adalah memperoleh pengalaman yang sangat mengesankan, meningkatkan skill kita dalam berbahasa inggris, mendapatkan wawasan yang lebih luas dengan perspektif dan sudut pandang orang luar, sehingga melatih daya bertukar pikir dengan kebudayaan maupun kebijakan sistem pendidikan yang sangat berbeda.

Untuk dapat menerima perbedaan tersebut, kita harus memiliki kesiapan mental agar cepat beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Namun, Program Transfer Kredit yang dilakukan secara online ini masih terbilang memiliki kekurangan yaitu seperti tidak bisa merasakan interaksi secara nyata serta di dalam penerimaan sebuah materi pelajaran akan sangat bergantung pada kondisi sinyal.

Di sisi terbaik lainnya, adanya Program Transfer Kredit, kita akan memiliki competitive advantage yang lebih mumpuni tidak hanya sebatas dalam negeri namun secara kancah Internasional.

Bagaimana kita dapat ikut merasakan Program Transfer Tredit tersebut? Apa saja hal-hal yang harus dipersiapkan bagi seorang mahasiswa yang tidak ingin melewatkan kesempatan bagus ini? Lalu, berapakah biayanya?

Hal pertama yaitu Pastikan apakah kampus kita memiliki Program Transfer Kredit? Jika ada, maka persiapkan diri kita terlebih dahulu khususnya dalam bidang akademik dengan IPK minimal 3,00 dan asah kemampuan kita dalam berbahasa inggris yang baik. Dua hal tersebut layak untuk dijadikan sebuah patokan keberhasilan dalam mengikuti tahapan seleksi wawancara dan tes TOEFL.

Selain itu, anda tidak perlu khawatir mengenai pembiayaannya, karena Program Transfer Kredit telah dibiayai langsung oleh Belmawa Dikti melalui Universitas yang mendapatkannya.

Harapan ke depannya, Semoga lebih banyak mahasiswa di luaran sana maupun adik-adik kelas yang semakin tau adanya program transfer kredit ini, semoga pada tahun depan juga dapat dilakukan secara normal lagi, sehingga dapat menikmati indahnya jalan-jalan gratis ke luar negeri selain bertujuan untuk menempuh pendidikannya selama setengah tahun ini.

(Penulis : Kusnaeni Indah Dewi / Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasakti Tegal)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *