Penuhi Janji Politiknya, Bupati Lombok Utara Siap Bangun Jalan Lingkar Sepanjang 11 KM

  • Whatsapp

Media Analis Indonesia, Lombok Utara – Bupati Kabupaten Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu SH, memenuhi janji politik adalah kewajiban yang harus di tepati. Sebab masyarakat akan menilai apakah seorang pejabat publik itu dapat dipercaya apa tidak.

Impian membuka jalan lingkar sepanjang 11 KM lebar dua puluh meter dengan ada dua jembatan diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar 700 milyar rupiah, hal ini sudah menjadi prioritas saat dirinya menjabat menjadi Bupati pertama di KLU.

Read More

Program itu terhenti ketika masa jabatannya berakhir di periode kedua pilkada Lotara beberapa tahun yang lalu. Kini kemenangan untuk memimpin kembali Kabupaten Lombok Utara telah ia dapatkan dan janji untuk membuka jalan lingkar menjadi prioritasnya.

“Saya sudah membuat proposal ke kementerian untuk mendukung program jalan itu,” Terangnya saat ditemui wartawati Media Analis Indonesia. L di ruang kerjanya, Senin (8/3/2021).

Terbangunnya jalan lingkar nanti diharapkan dapat mengangkat sektor ekonomi masyarakat KLU. Jika itu sudah dibangun tentu secara otomatis perekonomian baru akan muncul seiring dengan infrastruktur yang dibangun. Serta multiplayer efek dari pembangunan itu akan membangkitkan sistem perekonomian di KLU secara otomatis.

Banyak program yang dulu menjadi prioritas dan sempat terhenti seperti rencana pembangunan Global Hup di KLU.

Menyinggung tentang Global Hup yang akan di bangun di wilayah KLU Johan mengatakan, jika program rencana pembangunan itu akan segera di lanjutkan. Sebab dirinya sudah menghubungi pengurus untuk melanjutkan program besar yang sempat tertunda.

“Jika Global Hup ini bisa terealisasi maka Lombok Utara akan menjadi kota yang besar, dan bisa bersaing dengan kabupaten yang lain. Ya.. bisa jadi Kabupaten Lombok Utara nanti menjadi Kota Metropolitan,” Ungkap nya.

Tentunya harapan pembangunan itu akan terus berjalan seiring perjuangan untuk dapat diwujudkan. Adalagi pekerjaan rumah yang tak kalah penting untuk di kerjakan yaitu ribuan RTG (Rumah Tahan Gempa) yang masih tersisa dan harus segera dikerjakan.

Menyinggung tentang RTG bupati menuturkan, bahwa dirinya saat ini harus hati-hati dalam melangkah untuk menjalankan program RTG. Dan sistem yang di bentuk sekarang harus lebih rapi lagi agar masyarakat penerima RTG benar-benar tepat sasaran.

Dalam kesempatan yang sama, saat ditanya Wartawan tentang Pariwisata yang ada di KLU saat ini Djohan mengatakan, “Kondisi musibah Covid saat ini sangat mengganggu dan mematikan sektor pariwisata kami. Sebab kurang lebih tujuh puluh persen PAD kami dari sektor pariwisata. Ini yang membuat masalah dan ujian besar kami. Tapi apalah daya inikan musibah dunia. Bukan di KLU saja di kabupaten lain juga sama. Nah untuk itu dimasa sulit ini kami akan mencoba untuk memunculkan wisata lokal. Sebab di KLU inikan banyak destinasi wisata yang bisa dikelola. Kalau yang sudah terkenal dan berjalan selama ini seperti Gili Trawangan dan lain-lain, itu adalah wisata internasional yang mengandalkan datangnya wisatawan asing. Tapi yang mau kita sentuh saat ini dan dimasa pandemi ini adalah wisata lokal saja,” terang Djohan.

Sektor perekonomian juga menjadi perhatian serius bagi bupati yang baru dilantik ini, tentang adanya pasar modern seperti Alvamart dan Indomart yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Lombok Utara bupati baru ini mengatakan.

“Sementara ini kami mengutamakan pengusaha lokal untuk bersaing bisnis di masyarakat KLU. Kami masih memberikan kesempatan ini kepada anak- anak negeri pengusaha Lombok Utara untuk berbisnis dan kita memberikan kepada mereka peluang itu. Jika masyarakat KLU saat ini langsung kita sandingkan persaingan bisnis dengan pengusaha raksasa tentu tidak sepadan. Maka dari itu kita tidak ijinkan dulu pasar modern masuk di KLU,” Jelas Djohan.
( Yyt)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *