Hari Jadi PBB Setu Babakan ke-21, Para Jawara Betawi Gelar Sejumlah Hajatan

Media Analis Indonesia, Jakarta – Dalam rangka memperingati hari jadi ke-21 Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan, para jawaranya menggelar hajatan mulai dari kesenian hingga silat pikir berupa diskusi yang menghadirkan politisi, pengusaha, dan budayawan.

Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan awal berdiri pada tahun 2000, melalui Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 92 tahun 2000 yang dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu yakni Sutiyoso.

Read More

Biasanya pada tanggal 15 bulan September selalu diperingati perayaannya.

Seperti yang disampaikan oleh ketua UPK PBB Setu Babakan Imron Yunus dengan dialek Betawi khasnya.

“Sekarang kite udah ulang tahun nyang ke 21,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, bahwa kado terindah dalam ulang tahun kali ini adalah PBB Setu Babakan mendapatkan Anugerah Desa Wisata. “Kami masuk 50 besar. Suatu prestasi yang patut disyukuri,” ucapnya lagi.

Menurut Imron, mengikuti lomba desa wisata memiliki target yang tinggi sehingga harus menang. “Bagi orang Betawi, jangankan kalah. Seri aja ogah.”

Sementara itu, ketua Forum Pengkajian dan Pengembangan PBB Setu Babakan Abdul Syukur menjelaskan, bahwa dalam milad kali ini tema yang diusung adalah PBB Setu Babakan Benteng Terakhir Budaya Betawi.

Senada dengan Abdul Syukur,ketua Lembaga Kebudayaan Betawi ( LKB) Becky Mardani,yang juga Ketua Komite Pengkajian, Pelatihan, dan Pendidikan Forum Jibang Setu Babakan, tema ulang tahun kali ini memang lebih tajam. Pemilihan kata “benteng terakhir budaya Betawi” mencerminkan bahwa selama 21 tahun ini perkembangan perkampungan ini belum berkembang secara signifikan.

“Itu butuh komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, terutama pemerintah provinsi DKI Jakarta,” ucap Becky.

Ia juga menambahkan, gelaran ulang tahun kali ini menyuguhkan diskusi yang menghadirkan pembicara anak-anak Betawi yang berkiprah di dunia internasional.

“Mereka jebolan dari universitas di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat dan kini mengabdi untuk negeri,” terang Becky.

Pembicara tersebut adalah Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera yang akan mencermati komitmen politik pemerintah dalam mengembangkan budaya, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Suryani Sidik Motik, dan N. Syamsuddin CH Haesy (Anggota Akademi Jakarta).

Diskusi yang dilakukan secara hybrid (off line dan daring) ini akan dipandu oleh Lahyanto Nadie, Anggota Pokja Pendididan dan Pengembangan Profesi Dewan Pers. (*/hel)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *