Asuransi Unit Link yang Berkembang di Masyarakat Indonesia

Media Analis Indonesia, Tegal – Kesadaran akan meleknya finansial dimasa pandemi semakin menbuka mata banyak orang mempersiapkan kestabilan ekonomi untuk masa depan sangatlah penting karena masa pandemi yang menbuat ekonomi tidak stabil. Bukan terlambat untuk memulai dan belajar akan pentingnya pengelolahan keuangan yang ada agar tetap bisa bertahan dimasa yang sekarang dan masa depan yang entah kapan pandemi akan berakhir.

Makin berkembangnya produk keuangan terutama disektor investasi dimasa pandemi dibuktikan dengan Jumlah investor Indonesia di pasar modal telah meningkat 89,58% menjadi 7,3 juta Single Investor Identification (SID) sepanjang tahun 2021 hingga 17 Desember 2021. Jumlah tersebut merupakan gabungan SID yang mencakup investor saham, surat utang, reksa dana , Surat Berharga Negara (SBN), dan surat berharga lainnya yang tercatat di KSEI. Dimasa pandemi yang sekarang asuransi kesehatan mulai menjadi perhatian penting bagi masyarakat.

Read More

Asuransi sendiri dapat dipahami atau diartikam sebagai upaya yang dilakukan seseorang untuk mengurangi risiko. Dengan kata lain, apapun yang kita lakukan atau apapun yang melibatkan risiko dapat diasuransikan. Semakin kesimi banyak jenis produk asuransi yang ditawarkan mengikuti kebutuhan manusia itu sendiri agar tertarik dengan asuransi yang ditawarkan. Dimasa pandemi proteksi terhadap diri sendiri maupun keluarga sangatlah berarti dibidang kesehatan dan kesejahteraan lainnya.

Asuransi memiliki beberapa jenis yang ditawarkan seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, asuransi jaminan hari tua , asuransi perjalanan. Ada juga produk asuransi yang berhubungan dengan investasi atau nama lain dari Asuransi unit link.Asuransi unit link adalah jenis produk baru yang dikreasikan untuk memenuhi kebutuhan proteksi dan investasi. Dengan kata lain penggabungan produk keuangan yaitu asuransi dan investasi.

Premi yang didapatkan dari asuransi akan dikelola oleh manajer investasi yang akan dikelola lagi agar mendapatkan keuntungan. Proteksi yang didapatkan dari tujuan asuransi itu sendiri didapatkan dan keuntungan investasi yang diambil untuk manfaat lainya juga didapat. Oleh karen itu asuransi unit link banyak diminati karena hal-hal positif yang didapatkan dari sebagian premi yang diinvestasikan.

Dengan berbagai hal-hal yang menguntungkan yang ditawarkan tetap saja asuransi unit link memiliki risiko yang ada apalagi dengan kondisi pandemi sekarang yang tidak menentu oleh karena itu kita masyarakat harus pintar dalam memilih prodik asuransi unit link yang banyak tersedia atau ditawarkan dipasaran.

Seperti dilihat dari perusahaan yang menawarkan asuransi sendiri harus sudah terdaftar di OJK dan pastinya diawasi oleh OJK, jangan hanya semata-mata tergiur dengan manfaat-manfaat unit link kita tidak melihat kemampuan dan kebutuhan kita dalam membeli asuransi, karena awamnya literasi keuangan di Indonesia tentunya kita juga harus dituntut paham akan risiko yang diambil apalagi risiko investasi yang dilakukan karena bukan hanya kita paham tentang asuransi tetapi investasi yang dilakukan juga, dalam asuransi juga kita harus memahami hak dan kewajiban kita sebagai komsumen , setelah itu ketika kita sudah mengambil asuransi kita juga harus memantau atau mengevaluasi polis secara berkala.

Perlu diperhatikan juga produk asuransi unit link selalu ada risiko penurunan nilai aset pada asuransi unit link, masih banyak nasabah yang kurang paham dengan risiko ini sehingga makin banyaknya yang berminat dengan produk asuransi ini tetapi kurang paham dengan risiko yang ada sehingga banyak pengaduan dari masyarakat yang mengeluh karena produk asuransi unit link di Indonesia.

OJK sendiri gencar memberi pengertian apa itu asuransi unit link, hal-hal yang harus diperhatikan dan risiko yang ada didalam produk asuransi itu sendiri. OJK juga melakukan pengetatan aturan terhadapa asuransi unit link karena banyaknya aduan dari masyarakat, sekarang balik lagi kemasyarakat dengan literasi yang telah diberikan diharapkan masyarakat dapat lebih jeli dalam memilih produk keuangan yang dipilih dan meminimalisir kerugian yang didapatkan walaupun semuanya akan kembali lagi ke pasar.

(Oleh: Yanti Puji Astutie, S.E, M.Si, CMA
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Pancasakti Tegal) 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *