Sidak Anggota DPRD Jelang Lebaran Berpotensi Langgar Etika

Praktisi Hukum, H. Bambang Sunaryo, SH

Media Analis Indonesia, Kota Bekasi – Beberapa waktu lalu muncul sebuah pemberitaaan di sejumlah media sejumlah anggota Komisi 3 DPRD Kota Bekasi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sebuah pusat perbelanjaan (Mall) besar yang mana Mall tersebut tercatat sebagai pembayar pajak retribusi parkir terbesar di wilayah di Kota Bekasi.

Sidak yang dilakukan komisi 3 DPRD Kota Bekasi tersebut dilakukan menjelang hari Raya Idul Fitri 1443 momentum dimana semua orang baik individu, lembaga swasta maupun lembaga pemerintah sedang sibuk berupaya keras untuk mendapatkan rejeki berlimpah agar bisa berbagi dengan sesama.

Read More

Muncul pertanyaan apakah etis wakil rakyat melakukan sidak ke sebuah pusat perbelanjaan menjelang hari raya?

Tentu saja boleh secara hukum normatif hal itu tidak bermasalah dan tidak melanggar hukum.
Namun, hanya saja jika sidak dilakukan menjelang hari raya rawan menimbulkan persepsi negatif dari publik.

Sidak artinya datang mendadak, untuk menggali informasi secara detail, mengidentifikasi problem yang terjadi, mengumpulkan data sementara, mendiagnosis problem utama, dan melakukan umpan balik untuk dicarikan benang merahnya, jika sudah ketemu maka dikumpulkan pihak yang terkait masalah utama tersebut kemudian di buang beberapa sumbatan agar masalah yang ada semakin berkurang, secara estafet nanti akan semakin terpecahkan.

Sidak banyak pendekatannya, ada bersama sama tim, lalu mereka tidak membocorkan kapan jadwal sidaknya, ada juga yang konfirmasi awal lewat telpon dengan harapan mereka pengelola di lembaga penyedia jasa layanan publik ini komplit saat dilakukan sidak, ada juga sidak dengan datang menggunakan kostum yang penyamaran lalu mengamati beberapa jam atau lebih atas kondisi di lapangan dan menanyakan kepada para pihak tertentu untuk dicarikan solusi yang tepat.

Sidak yang ada tidak hanya dilakukan sekali atau dua kali, bisa berulang kali dengan catatan temuan atas data yang diolah benar benar ditemukan dan kemudian dicarikan solusi alternatif berupa tindakan yang tepat, sehingga sumbatan yang ada bisa terpecahkan.

Kata kuncinya adalah sidak akan berhasil jika dukungan informasi dan data semakin lengkap, komitmen lembaga penyedia jasa untuk merubah atas sikapnya, dan pengguna jasa tersebut terlayani dengan baik dan opini di medsos atau pun masyarakat semakin positip tentang layanan yang didapatkan. Namun jika masih ajeg dan tidak tersolusikan, maka menjadi opini negatif yang akan muncul dampaknya adalah trust kepada lembaga publik.

Fungsi DPR/DPRD sebagai representatif wakil rakyat adalah legislasi, pengawasan dan penganggaran. Tiga fungsi ini melekat bagi siapapun yang sudah resmi ditetapkan sebagai anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota.

Mereka harus melakukan uji lapangan, bagaimana fakta di lapangan yang terjadi selama ini, adakah kendala yang terjadi, sumbatan apa yang harus dicarikan solusinya, dan bagaimana mereka berkontribusi untuk mengurangi atau menghilangkan sumbatan masalah tersebut, tentunya dengan melakukan optimalisasi fungsi tersebut.

Maka itu sebelum menentukan lokasi dan titik sidak, harus lah dikaji selain lokasi, kesesuaian lokasi yang mau disidak, efektif, etika/norma.

DPRD sendiri sudah memiliki kode etik yang disepakati dan diputuskan secara bersama dituangkan dalam bentuk tertulis. Kode Etik adalah norma yang wajib dipatuhi oleh setiap anggota DPRD selama menjalankan tugasnya untuk menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas DPRD. Hal tersebut dilakukan oleh Badan Kehormatan (BK) yang mempunyai tugas:

Memantau dan mengevaluasi disiplin dan/atau kepatuhan terhadap moral, kode etik, dan/atau Tata Tertib DPRD dalam rangka menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas DPRD; Meneliti dugaan pelanggaran yang dilakukan Anggota DPRD terhadap Tata Tertib dan/atau kode etik DPRD;

Nilai-Nilai Etis diantaranya, Integritas. Profesionalisma, Objektivitas dan Kesetaraan, Kebebasan Akademik, Kepedulian Sosial.

Penulis: H. Bambang Sunaryo, SH (praktisi hukum)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *