ARH: Sudah Seharusnya Holywings Ditutup karena Merusak Generasi Muda

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi (sebelah kanan) berpoto bersama Ketua DPC PAN Bekasi Utara Lukman Hakim atau Alex Ziblo

Media Analis Indonesia, Kota Bekasi – Menanggapi dihentikannya kegiatan usaha Holywings Summarecon Bekasi oleh Pemkot Bekasi.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, H. Arif Rahman Hakim, SH menegaskan memang sudah seharusnya Holywings Summarecon Bekasi itu ditutup, bahkan ia meminta kepada Pemkot Bekasi jangan hanya ditutup sementara tapi selama lamanya.

Read More

Politisi PDI Perjuangan itu menyebutkan alasannya bukan hanya terkait kasus yang lagi heboh saat ini tentang Holywings. Tapi keberadaannya sebagai cafe yang menyediakan minuman beralkohol memang sangat tidak bagus, bahkan cukup meresahkan terutama untuk masa depan generasi muda.

“Bicara tempat minuman itu sebenarnya gak ada bagusnya. Apa sih yang bagus di situ?,” ucap anggota dewan yang akrab disapa ARH kepada media, Rabu (29/6/2022).

Pemilik Restoran Sop Sate Legendaris Uwa Haji Maya yang mengaku bertempat tinggal tak jauh dari lokasi Holywings Summarecon Bekasi tersebut merasa resah karena hampir setiap hari mendengar keributan di tempat itu.

“Iya saya dapatin para anak muda lebih muda dari anak saya pada mabuk di situ. Ini bukan tempat yang benar. Apalagi berlokasi di fly over yang mengambil nama seorang ulama besar yang sangat dihormati warga Bekasi KH Noer Ali. Tapi di pojoknya ada tempat mabuk mabukan,” ungkap putra sulung pasangan Almarhum KH. Ahmad Zahrudin dan Hj. Munawaroh

Santri Jebolan Pondok Pesantren Lawang Jawa Timur ini pun kemudian menyesalkan sikap Satpol PP yang selama ini terkesan membiarkan. Menurutnya kalau memang izin yang mereka miliki hanya sebatas restoran, kemudian ada pelanggaran seharusnya pihak Satpol PP harus menutupnya karena punya wewenang.

“Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri ternyata disitu dijual juga merk minuman yang hampir semuanya ber alkohol tinggi. Seharusnya pihak Satpol PP dari awal sudah harus menertibkan karena merusak ketentraman,” ungkap ARH.

ARH khawatir jika hal itu dibiarkan banyak generasi muda yang menghabiskan waktunya di Holywings dibandingkan berada di rumah.

“Saya khawatir generasi muda kita ini, setiap jam 10 malam sudah tidak betah di rumah tapi betahnya di nongkrong di Holywings. Jadi memang sudah harusnya ditertibkan,” pungkas Keponakan Pendiri Ormas FBR Almarhum KH. Fadoli El-Muhir.

(Ahmad Zarkasi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.