Lima Tahun Kepemimpinan Anies Baswedan Pemprov DKI Jakarta Torehkan Prestasi Luar Biasa

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Media Analis Indonesia, Jakarta – Tak lama lagi, Ibu Kota Jakarta bakal ditinggal sosok pemimpin yang visioner. Lima tahun sudah Anies Baswedan memimpin DKI Jakarta sebagai Gubernur periode 2017-2022 yang dipilih secara langsung oleh masyarakat ibu kota melalui Pilkada DKI.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan berhasil meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 5 tahun berturut-turut untuk Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi DKI Jakarta tahun 2017-2021.

Read More

Opini WTP yang diberikan kepada Pemprov DKI merupakan penghargaan tertinggi atas perwujudan peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance), khususnya dalam pengelolaan keuangan dan aset yang telah dilakukan Pemprov DKI.

Capaian luar biasa ini akhirnya terjadi pada masa kepemimpinan Gubernur Anies Rasyid Baswedan. Hal ini belum pernah terjadi di masa kepemimpinan Gubernur sebelumnya.

Sejak tahun 2005, predikat Opini WTP Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengalami suatu proses yang sangat panjang dan rumit dengan perolehan opini sebagai berikut :

1. Tahun 2005-2007, Opini yang diraih adalah Disclamer;
2. Tahun 2008-2010, Opini yang diraih adalah Wajar dengan Pengecualian (WDP);
3. Tahun 2011-2012, Opini yang diraih adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP);
4. Tahun 2013-2016, Opini yang diberikan adalah Wajar Dengan Pengecualian (WDP);
5. Tahun 2017 -2021, Opini yang diraih adalah Wajar Tanpa Pengeculian (WTP).

Keberhasilan tersebut tak lepas dari peran dan pengaruh kepemimpinan Gubernur Anies Rasyid Baswedan yang telah melakukan sejumlah terobosan dan inovasi, sebagai berikut:

a. Perbaikan sisi regulasi dan kelembagaan:
• Penyiapan regulasi yang memadai dalam rangka pengendalian dan peningkatan tata kelola pengelolaan keuangan dan aset daerah.
• Penguatan sistem pengawasan melekat yang dilakukan oleh para Kepala Perangkat Daerah/Unit Perangkat Daerah.
• Penguatan peran Inspektorat dalam melakukan pengawasan keuangan dan aset.
• Pembentukan Perangkat Daerah Khusus yang mengelola Aset Daerah.
• Penyederhanaan Kelembagaan Perangkat Daerah sehingga proses pengendalian atas keuangan dan aset dapat menjadi lebih baik.

b. Perbaikan dari sisi kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM):
• Rekrutmen tenaga CPNS yang berlatar belakang akuntansi untuk pengelolaan keuangan di PD/UPD.
• Penempatan personil yang berlatar belakang keuangan sesuai dengan keahlian dan pendidikannya.
• Pemberian Reward and Punisment yang proposional misalnya pemberian TKD yang tinggi pada staf pengelola keuangan dan asset.
• Peningkatan kapasitas para pengelola keuangan di PD/UPD melalui diklat pengelolaan keuangan

c. Penguatan atas Pembangunan Pengembangan dan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan dan Aset yang memadai.
• Pengembangan Sistem Smart Planning Budgeting;
• Pembangunan Sistem Informasi Aset;
• Integrasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan.
d. Pembangunan Sistem Informasi Pengelolaan BOS dan BOP pada sekolah.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan

Gubernur Anies memiliki ciri pepimpin transformasional. Di bawah kepemimpinannya, telah banyak inovasi yang cukup fundamental dalam sistem manajemen pemerintahan, salah satunya digitalisasi administrasi pemerintahan (e-office). Keseriusan tersebut dilakukan untuk memberikan layanan terbaik bagi publik dimulai dari upaya menciptakan Tata Kelola Pemerintahan yang baik (Good Governance).

Selain itu, sosok Anies juga memiliki karakter yang kuat akan Sila Pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Hal itu ditunjukkan dengan merangkul semua kalangan umat beragama untuk memberikan rasa keadilan bagi seluruh warga, seperti rasa keadilan dalam hal peresmian rumah-rumah ibadah umat beragama. Rasa empati dan solidaritas terhadap sesama juga ditunjukkan dalam berbagai kebijakan yang pro terhadap rakyat, seperti kebijakan refocusing anggaran untuk diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat pada awal pandemi. Begitu juga dengan etos kerja yang tinggi ditunjukkan dalam menghadiri berbagai kegiatan masyarakat yang tidak jarang dilakukan di luar jam kerja.

Dalam menggagas ide-ide untuk mencari solusi terbaik, sosok Anies berpegang teguh pada prinsip kolaborasi. Karena melalui kolaborasi akan terjadi interaksi dan pelibatan aktif bagi semua pihak, baik dari kalangan staf, praktisi, maupun tim ahli. Kolaborasi senantiasa dilakukan dengan pendekatan demokratis dan humanis yang memanusiakan manusia.

Gaya kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Anies menjadi bukti bahwa sosok Anies merupakan representasi dari perwujudan kepemimpinan Pancasila dan berwawasan kebangsaan. Oleh karena itu, sudah menjadi hal yang wajar apabila selama masa kepemimpinannya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperoleh opini WTP selama lima tahun berturut-turut. Opini WTP tersebut juga dijadikan landasan budaya kerja Pemprov DKI dalam peningkatan tata kelola pengelolaan keuangan dan aset daerah, sehingga mampu meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat demi mewujudkan “Jakarta Maju Kotanya Bahagia Warganya”.

(Oleh : Muhammad Thohari, Puji Wahyudi Ode, Penty Yunesi P, Rusmantoro, Rizaldy, Rudi Cahyadi, Rully Dewi Anggraeni) 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *