Mengenal Lebih Dekat Masyarakat Tionghoa Hakka di Jakarta, Mudah Bergaul dan Berbaur

Pertemuan rutin Komunitas Tionghoa Hakka asal Singkawang Kalbar di Restoran kawasan Glodok, Jakarta Barat. (Insidepontianak)

Media Analis Indonesia, Jakarta – Etnis Tionghoa Hakka merupakan kelompok Tionghoa yang memiliki karakter khas.

Berdasarkan riset dari berbagai sumber, Hakka merupakan kelompok minoritas di Tiongkok. Namun, Hakka adalah suku yang merambah di berbagai wilayah baru.

Read More

Ada karakter khas dari suku Hakka. Mereka adalah orang yang adaptif. Di manapun mereka tinggal, akan cepat mudahnya mereka bergaul dan berbaur dengan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Di Jakarta, sangat mudah ditemui masyarakat keturunan Tionghoa Hakka. Mereka membentuk sebuah kelompok atau komunitas yang bertujuan untuk memelihara dan memperkuat hubungan kekerabatan, persahabatan maupun persaudaraan di antara mereka.

Salah satu contohnya, Komunitas Tionghoa Hakka asal Singkawang Kalimantan Barat.

Komunitas ini dinamai Kelompok Yam Cha Grup atau Grup Sarapan Pagi yang diketuai oleh Tan Tungkha.

Kelompok ini kerap menggelar pertemuan rutin yang dilaksanakan setiap bulanan dan dihadiri sebagian warga Singkawang di Jakarta.

Pada Minggu (30/10/2022), Kelompok Yam Cha Grup melakukan pertemuan di sebuah Restoran Sun City, Lantai 5 Glodok, Jakarta Barat.

Kawasan Glodok memang menjadi tempat berkumpulnya para pedagang elektronik dari etnis Tionghoa dan lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, puluhan orang yang hadir tampak asyik menikmati beragam hidangan makanan sembari ngobrol dengan santai.

Mereka terlihat akrab dan terikat dalam satu kekerabatan. Suasana kekeluargaan sangat terlihat. Ada perbincangan khas dengan bahasa Hakka, sesekali diselingi dengan bahasa Indonesia dengan logat khas. Ada ritme cepat, namun agak mendayu, tapi dengan nada yang tegas dan ritmis.

Seorang tokoh Tionghoa Hakka yang hadir dalam acara itu, Fuidy Luckman mengatakan, acara itu merupakan pertemuan rutin bulanan.

“Sudah 17 tahun berlangsung,” kata politisi dan pengurus DPP Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut seperti dikutip dari insidepontianak.

Tokoh terkenal Tionghoa Hakka

Selain mudah beradaptasi, etnis Tionghoa Hakka juga dikenal sangat peduli dengan pendidikan.

Tak heran bila, guru menempati satu strata sangat dihormati dalam lingkungan orang Hakka, selain orang tua.

Kuatnya pendidikan membuat orang Hakka sangat percaya diri. Tak heran bila orang Hakka merupakan suku yang kuat dalam bidang politik.

Lee Kuan Yew misalnya, yang merupakan Tionghoa Hakka yang menjadi Perdana Menteri Singapura dari tahun 1959–1990.

Ia tetap menjadi tokoh politik yang berpengaruh di Singapura sejak pengunduran dirinya sebagai perdana menteri sebagaimana dilansir dari Wekipedia.

Sementara di Indonesia juga banyak tokoh Tionghoa Hakka yang menjadi politisi dan menduduki jabatan strategis sebagai kepala daerah.

Salah satu yang fenomenal adalah Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama, mantan Gubernur DKI Jakarta dan mantan Bupati Bangka Belitung yang kini menjadi komisaris Pertamina.

Di Kalimantan Barat sendiri juga tercatat sejumlah tokoh Tionghoa Hakka menjadi kepala daerah. Misalnya, Christiandy Sanjaya, Wakil Gubernur Kalbar periode 2008-2013 dan 2013-2018.

Kemudian Hasan Karman Wali Kota Singkawang periode 2007-2017, dan Tjhai Chui Mie Wali Kota Singkawang periode 2017-2022.
(Irl)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *