BNPB Sebut Ada 25 Korban Gempa Cianjur Masih Tertimbun Reruntuhan Bangunan

Salah satu bangunan ambruk akibat gempa bumi di Cianjur

Media Analis Indonesia, Cianjur – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan ada 25 warga korban gempa Cianjur yang sampai saat ini masih tertimbun reruntuhan bangunan di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Menurut BNPB belum diketahui nasib korban apakah masih hidup atau sudah meninggal.

“Ya, ada sekitar 25 orang masih tertimbun reruntuhan bangunan ysng ambruk akibat gempa. Saat ini sedang diusahakan untuk segera dievakuasi. Belum diketahui nasib korban masih hidup atau sudah meninggal,” ungkap Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Read More

Abdul Muhari juga menyebutkan berdasarkan data perpukul 19.34 WIB, Senin (21/11/2022) jumlah korban jiwa itu berdasarkan data per pukul 19.34 WIB, Senin (21/11) tercatat 62 orang meninggal dunia.

“Data terakhir Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada Senin (21/11) pukul 19.34 WIB mencatat 62 orang meninggal dunia,” kata Abdul Muhari.

Mengenai kerusakan bangunan, ungkap Abdul Muhari, sebanyak 2.272 rumah rusak, 1 unit pondok pesantren rusak berat, 1 RSUD Cianjur rusak ringan, 4 unit gedung pemerintah rusak, 3 unit sarana pendidikan rusak, 1 unit sarana ibadah rusak.

Lalu ada 5.389 warga di berbagai wilayah Cianjur yang mengungsi.

“Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada warga di Kabupaten Cianjur dan sekitarnya untuk mengungsi apabila dirasa rumahnya masih belum aman dari bahaya gempa bumi,” kata Abdul Muhari.

Abdul Muhari juga mengungkapkan kerusakan bangunan tidak hanya terjadi di Cianjur, tercatat juga di Kabupaten Bogor. Sebanyak 46 rumah rusak, Kabupaten Sukabumi 443 rumah rusak, dan di Kota Sukabumi sebanyak 14 unit rumah rusak.

Sejauh ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih terus melakukan pendataan terkait jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

“Sementara itu untuk kebutuhan mendesak di lapangan kami telah menyiapkan 20 unit tenda, alat berat untuk evakuasi, 10 unit penerangan, 100 unit velbed, dan bahan bakar minyak,” papar Abdul Muhari.

BMKG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi terjadinya banjir bandang dan longsor jika hujan pasca gempa.

(Ahmad Zarkasi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *