PAD Kabupaten Aceh Timur di Sektor Periklanan Minim, Ada Apa?

Media Analis Indonesia, Aceh Timur – Minimnya pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Aceh Timur terutama disektor periklanan menjadi sorotan hal ini ungkapkan oleh salah satu Tokoh muda Aceh Timur yang juga Anggota Pemuda Pancasila Asril Ibrahim kepada media ini Jum’at 11 November 2022

Pendapatan Daerah PAD Kabupaten Aceh Timur disektor Periklanan diduga belum maksimal padahal qanun nomor 1 tahun 2020 tentang ketertiban umum dan ketertiban masyarakat harus ditegakkan dengan sebenarnya ujarnya

Read More

lebih lanjut Asril Ibrahim mengatakan bahwa banyak iklan atau reklame yang bertebaran diseputaran kota Idi Rayeuk dan kota lainnya di Aceh Timur diduga tidak memiliki izin tayang sehingga PAD Aceh Timur tidak meningkat, kita tidak pernah menghalangi infestor untuk menanamkan modalnya di Aceh Timur namun demikian mereka juga harus mematuhi peraturan daerah, maka dari itu kita meminta kepada Pj.Bupati Aceh Timur untuk segera mengeluarkan Perbup teknis dalam penayangan iklan, baliho, maupun reklame men cantumkan masa berlakunya di setiap reklame demikian harapannya ujar Asril Ibrahim.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Aceh Timur melalui Kabidnya Nazaruddin kepada media ini diruang kerjanya mengatakan bahwa untuk tahun 2020 pajak reklame Aceh Timur mendapatkan 279.523.453
dan untuk tahun 2021 393.289.880 realisasi pendapatan hingga September tahun 2022 249.281.628 demikian ujarnya

disinggung oleh media ini mengenai pendapatan dari sektor lainnya yang sangat bandel dan sudah pula kita Surati yaitu dari Vivo dan Oppo pajak ponsel, dan yang bandel lainnya tidak bayar pajak Hotel Safira Perlak,sementara itu untuk PT. Daya Indah Yasa (DIY) sudah membayar pajak,nah untuk seperti baliho yang berbau politik satupun tidak membayar pajak ujarnya.

Ditempat terpisah lainnya kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Aceh Timur Irfan Kamal Msi kepada media ini mengatakan bahwa memang dari sektor periklanan belum begitu maksimal agar tertibnya baliho atau periklanan, reklame kami akan terus berkoordinasi dengan Satpol PP, lebih jauh dalam hal ini juga kami akan berusaha mengkaji untuk lahirnya atau dikeluarkannya Perbup Bupati Aceh Timur di setiap baliho iklan atau reklame mencantumkan masa berlaku sehingga masyarakat dapat mengontrolnya berbagai iklan yang terpajang di tempat umum demikian ungkapnya. (hs)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *