BPMA dan Medco EP Serta 12 Organisasi Pers Bahas Soal Efek Berganda Hulu Migas di Aceh Timur

Media Analis Indonesia, Aceh Timur –  PT Medco E & P Malaka (Medco E&P), Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama 12 organisasi pers Aceh Timur menggelar diskusi tentang peran investasi bagi kemajuan daerah. Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 1 – 2 Desember di Kota Medan. Medan, 3 Desember 2022

Kegiatan yang dipandu oleh wartawan PUJA TV Romi Syahputra dan dimoderatori oleh wartawan senior Ilyas Ismail menghadirkan Cendikiawan Aceh Timur Dr. Darmawan M Ali, ST. MISD, Kepala Divisi Akuntansi, Perpajakan, dan Manajemen Resiko BPMA Nasri, S.E.Ak.,M.S.Ak.CA. dan Ketua AMSI Aceh, Maimun Saleh.

Read More

Kegiatan ini melibatkan para wartawan yang mewakili 12 organisasi pers yang ada di kabupaten tersebut. Tujuan dari kegiatan bersama ini selain sebagai bagian dari silaturahim antara wartawan dengan Medco E&P dan BPMA, juga untuk meningkatkan pemahaman insan pers di wilayah kerja Perusahaan tentang investasi dan industri hulu migas. Selain itu, kegiatan ini juga akan membahasa secara dalam mengenai pentingnya kode etik jurnalistik sehingga Jurnalis mampu menghasilkan berita yang berimbang dan mencerahkan masyarakat.

Dalam acara yang bertema, ‘Pentingnya Peran Investasi Hulu Migas Bagi Kemajuan Daerah’, VP Relations Medco E&P Arif Rinaldi yang diwakili oleh Senior Manager Communication Medco E&P Leony Lervyn berterima kasih atas pemberitaan berimbang dan positif dari media di Blok A selama ini. “Kami memahami pentingnya peran pers bagi keberlangsungan operasi Perusahaan karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi lebih lengkap seputar industri hulu migas dan investasi bagi daerah,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Dukungan Bisnis BPMA Afrul Wahyuni menyebutkan, kegiatan edukasi media merupakan salah satu hal wajib yang harus dilakukan KKKS dalam menjalankan komitmen pelaksanaan hubungan kelembagaan media.

“Melalui program seperti ini para Jurnalis dapat berdiskusi langsung dengan pemateri tentang topik yang dibahas baik itu tentang hulu migas maupun keilmuan dalam jurnalistik. Selain itu, ilmu yang didapat tentang kode etik jurnalistik merupakan bekal bagi rekan-rekan media dalam menjalankan tugasnya sebagai wartawan,”pungkas Afrul.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Cendikiawan Aceh Timur Darmawan M. Ali mengatakan pentingnya iklim investasi yang baik di daerah agar investor mau menanamkan modalnya di daerah. “Bagi investor yang sudah ada, kita harus mampu menjaga keberlangsung investasinya di Aceh Timur. Ini semua untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat,” ujar Darmawan. (hs)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *